Transformasi Kurikulum Pendidikan Islam dari Teologi Normatif ke Teologi Ekologis dalam Merespons Krisis Iklim
DOI:
https://doi.org/10.32832/fikrah.v9i2.23022Abstract
Krisis perubahan iklim global yang semakin kompleks menuntut pendidikan Islam untuk mereorientasi kerangka teologisnya agar tidak hanya berfokus pada dimensi normatif-doktrinal, tetapi juga responsif terhadap persoalan ekologis kontemporer melalui integrasi nilai tauhid, khalifah, dan rahmatan lil ‘alamin dalam konteks keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran dari teologi normatif menuju teologi ekologis serta merumuskan model penguatan kurikulum pendidikan Islam yang integratif dan kontekstual dalam merespons climate crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model kajian pustaka (library research), melalui analisis kritis terhadap literatur terkait eco-theology, pendidikan Islam, dan pendidikan keberlanjutan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum memerlukan perluasan makna tauhid sebagai prinsip keterhubungan kosmik, pemaknaan khalifah sebagai mandat etis keberlanjutan, serta reinterpretasi rahmatan lil ‘alamin sebagai visi ekologis kolektif; secara operasional, hal ini diimplementasikan melalui integrasi capaian pembelajaran berbasis kesadaran ekologis, pengembangan materi interdisipliner yang menghubungkan teks keagamaan dan krisis iklim, serta penerapan pedagogi kontekstual berbasis aksi yang mendorong kesalehan kolektif dan tanggung jawab sosial-ekologis peserta didik
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














