KONTRASEPSI DALAM PERSPEKTIF DA’I SALAFI KONTEMPORER DI INDONESIA

Authors

  • Nusaibah Zata STDI Imam Syafi'i Jember
  • Muhsan Syarafuddin

DOI:

https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21347

Abstract

Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah ibadah yang mengikat hubungan antara laki-laki dan perempuan untuk menjadikan mereka sebuah keluarga. Salah satu tujuan dari membentuk keluarga adalah untuk memiliki anak. Namun, dalam
praktiknya, tidak semua pasangan memilih untuk segera memiliki anak atau memperbanyak keturunan. Sebagian pasangan memilih untuk menunda memiliki anak, menjarakkan, ataupun membatasi kelahiran dengan menggunakan kontrasepsi. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas kontrasepsi dalam perspektif Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Namun, penelitian yang secara khusus mengulas perspektif dai Salafi kontemporer sangat terbatas, sehingga penulis tertarik untuk membahas terkait hal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrasepsi dalam perspektif dai Salafi kontemporer di Indonesia dibagi menjadi tujuan kontrasepsi dan metode yang saling berkaitan.
Tujuan kontrasepsi dalam praktiknya mencakup tandzim al-nasl dan tahdid al-nasl. Adapun metode kontrasepsi mencakup metode non-invasif, metode invasif dan metode sterilisasi permanen. Dasar hukum yang digunakan oleh para dai mencakup
dari ayat Al-Qur’an, Hadits, Qiyas, serta kaidah fikih islam.

References

kontrasepsi; dai Salafi; kontemporer

Published

2026-02-02

How to Cite

Zata, N., & Syarafuddin, M. (2026). KONTRASEPSI DALAM PERSPEKTIF DA’I SALAFI KONTEMPORER DI INDONESIA. YUSTISI, 13(1). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21347

Issue

Section

Artikel